Sabtu, 31 Mei 2008

seseorang

CINTA



CINTA adalah sesuatu hal yang aneh. Jika manusia memegangnya terlalu kuat, ia akan mati. Tetapi jika manusia memegangnya terlalu longgar maka ia akan lari. CINTA yang telah berlari jauh akan sulit untuk menerimanya kembali, kendati ia akan menghampirimu lagi. CINTA itu menuntut kerelaan hidup. Hidup adalah taruhan terakhir untuk mencapai tujuan. Itulah sebabnya, orang yang tahu akan dirinya tidak akan berbuat atau melepaskan dengan sembarangan, tetapi memelihara CINTA dan menghormatinya. CINTA bukan sekedar perasaan tapi juga seni. Karya agung takkan pernah dapat terlukiskan makna sesungguhnya. Sifat, watak dan kepribadian mengalun pelan bersama CINTA untuk ungkapkan jati dirimu yang sebenarnya. Cara seseorang memberikan sesuatu akan lebih bermakna daripada apa yang akan diberikannya. Sudut pandang CINTA adalah bagaimana kita memberikan dan membutuhkannya dari dan untuk orang lain. Hanya CINTAlah yang tertarik pada CINTA. CINTA yang suci adalah fitrah Illahi sebagai nikmat terbesar dalam kerumitan dunia. CINTA menjadikan dunia semarak. Bukankah hidup tak selamanya putih. Ia juga butuh warna lain yang akan menjadikannya indah kelak. Tak ada nama CINTA jika suatu perasaan terlibat nafsu belaka. Manusia diCINTAi bukan karena memikat, namun sebaliknya. Bila manusia diCINTAi maka ia akan tampak memikat. Saat CINTA memilih terbang, jangan sekalipun hanya mengejarnya. Tetapi berusahalah untuk dapat meraihnya lagi. Karena CINTA, betapapun jahatnya pernah mempesonakan manusia sebagai hadiah yang tidak mudah hilang. CINTA adalah gambaran yang indah. Sosoknya selalu diimpikan untuk hadir di dalam sanubari setiap insan. Berbahagialah manusia jika di hatinya selalu ada CINTA.







dipersembahkan untuk “seseorang”

Tidak ada komentar: